
Dilihat 77
OVERVIEW
Dalam dunia industri modern, keselamatan dan kesehatan kerja (K3) menjadi aspek yang sangat penting untuk menjamin keberlangsungan operasional dan kesejahteraan pekerja. Banyak kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja terjadi karena kurangnya sistem yang terencana dan terstruktur dalam mengelola risiko di tempat kerja. Sebagai upaya sistematis untuk mengendalikan bahaya dan mencegah kecelakaan, diterapkanlah Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) yang berpedoman pada standar internasional OHSAS 18001:2007 (Occupational Health and Safety Assessment Series). Standar ini membantu organisasi dalam:- Mengidentifikasi potensi bahaya dan risiko kerja,
- Menerapkan pengendalian yang tepat, dan
- Membangun budaya keselamatan berkelanjutan di semua level organisasi.
TUJUAN
- Memahami prinsip dasar dan manfaat penerapan OHSAS 18001 / ISO 45001
- Menjelaskan persyaratan dan struktur standar sistem manajemen K3
- Mengidentifikasi bahaya dan menilai risiko di lingkungan kerja
- Menyusun kebijakan, tujuan, dan sasaran K3 yang terukur
- Menerapkan pengendalian operasional untuk mencegah kecelakaan kerja
- Melaksanakan audit internal dan tindakan korektif terhadap sistem K3
MATERI
- Pengantar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
- Definisi dan ruang lingkup K3.
- Peraturan perundangan K3 nasional dan internasional.
- Prinsip dasar sistem manajemen K3.
- Hubungan antara produktivitas dan keselamatan kerja.
- Konsep Dasar OHSAS 18001 / ISO 45001
- Latar belakang dan sejarah pengembangan standar OHSAS 18001.
- Perbandingan OHSAS 18001 dan ISO 45001.
- Struktur High Level Structure (HLS) pada sistem manajemen.
- Siklus Plan – Do – Check – Act (PDCA) dalam penerapan K3.
- Elemen dan Persyaratan OHSAS 18001
- Klausul 4.1 – 4.6 (dalam OHSAS 18001):
- 4.1 Lingkup sistem manajemen K3
- 4.2 Kebijakan K3
- 4.3 Perencanaan (identifikasi bahaya, penilaian risiko, peraturan, dan tujuan K3)
- 4.4 Implementasi dan operasional (kompetensi, komunikasi, pengendalian dokumen)
- 4.5 Pemeriksaan dan tindakan korektif (audit internal, investigasi kecelakaan, pemantauan)
- 4.6 Tinjauan manajemen (management review)
- Klausul 4.1 – 4.6 (dalam OHSAS 18001):
- Identifikasi Bahaya dan Penilaian Risiko (HIRARC)
- Metodologi HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment and Risk Control).
- Klasifikasi bahaya (fisik, kimia, ergonomi, biologis, psikososial).
- Penentuan tingkat risiko dan pengendalian yang sesuai.
- Contoh penerapan HIRARC di tempat kerja.
- Perencanaan dan Implementasi Sistem Manajemen K3
- Penyusunan kebijakan dan sasaran K3.
- Pengembangan prosedur kerja aman (Safe Work Procedure).
- Kebutuhan sumber daya, kompetensi, dan pelatihan K3.
- Komunikasi dan partisipasi pekerja.
- Pengendalian Operasional dan Tanggap Darurat
- Standar operasional prosedur (SOP) untuk pekerjaan berisiko.
- Pengendalian dokumen dan catatan sistem.
- Rencana tanggap darurat (Emergency Preparedness and Response).
- Audit Internal dan Tinjauan Manajemen
- Prinsip audit sistem manajemen K3.
- Teknik pelaksanaan audit internal.
- Identifikasi ketidaksesuaian dan tindakan perbaikan.
- Tinjauan manajemen untuk peningkatan berkelanjutan.
- Integrasi Sistem Manajemen
- Integrasi OHSAS 18001 dengan ISO 9001 (mutu) dan ISO 14001 (lingkungan).
- Strategi pengembangan Integrated Management System (IMS).
- Studi Kasus dan Simulasi
- Analisis penerapan sistem manajemen K3 di berbagai industri.
- Latihan identifikasi bahaya dan risiko (HIRARC).
- Simulasi audit internal K3.
- Evaluasi hasil dan pembahasan kelompok
TRAINING METHOD
Presentation Discussion Case Study EvaluationFACILITIES
Training Kit Handout Certificate Lunch + 2x Coffee Break SouvenirFormulir Pendaftaran
Silahkan isi FORMULIR PENDAFTARAN berikut dengan data yang benar agar
Kami dapat konfirmasi ulang kembali via email, WA maupun telepon.
HUBUNGI KAMI
Komplek Pertokoan Ruko Tritunggal No. T7, Jotawang, Bantul, Yogyakarta 55188
Phone : 0811 2949 265
Email : marketing1@cakrabiwa.co.id
